Palopo, 28 September 2026 — Pesantren Datok Sulaiman (PMDS) Palopo Bagian Putra kembali menorehkan kabar membanggakan melalui prestasi para santrinya. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Upacara Bendera yang diikuti oleh jajaran guru dan pembina serta santri dari jenjang MI, MTs, SMP, SMA, dan Program Tahfidz Qur’an.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Nona Radhiah Ahmad, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para santri sekaligus mengapresiasi dukungan guru dan pembina yang terus mendampingi mereka.
“Prestasi yang diraih santri hari ini merupakan sesuatu yang patut kita banggakan. Di balik setiap pencapaian, ada dukungan, bimbingan, dan do’a dari para guru serta pembina,” ujar Nona Radhiah Ahmad.
Salah satu agenda utama upacara adalah pengukuhan Paskibra Kota dan Paskibra Sekolah Angkatan IV Unit 003 SMAS Datok Sulaiman Palopo yang dilakukan oleh Nona Radhiah Ahmad, S.Pd. Adapun santri yang dikukuhkan sebagai anggota Paskibra Kota yakni Akif Rafii Rahman, Fahyal, dan Muh. Arya Saputra. Sementara itu, anggota Paskibra Sekolah SMAS Datok Sulaiman Palopo terdiri atas Adli Arsal, Multazam Middin, Muh. Ikram Nursalam, Muh. Faiz Al Farisi, Nabil Reski, Raka Arga Permana, A. Muh. Suyudi Triwirayuda, dan Imam Fikri Fathan H.
Selain pengukuhan Paskibra, upacara juga dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Duta Wisata Tingkat Pelajar kepada Adli Arsal yang berhasil meraih Runner Up 2 Duta Wisata. Piagam tersebut diserahkan oleh Hairil Anwar, S.Ag., M.Pd.I., selaku Wakil Direktur PMDS Bagian Putra.
Dalam amanatnya, Nona Radhiah memberikan motivasi khusus kepada Adli Arsal agar terus mengembangkan potensi dan prestasinya. Ia mengingatkan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang masih dapat dikembangkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Tahun lalu Adli berhasil menjadi Runner Up Duta Pelajar, dan tahun ini kembali menunjukkan prestasinya sebagai Runner Up 2 Duta Wisata. Semoga capaian ini menjadi langkah untuk terus berkembang dan dapat membawa nama baik PMDS hingga ke tingkat provinsi,” tuturnya.
Menurutnya, prestasi para santri menunjukkan bahwa keterbatasan daerah bukanlah penghalang untuk berprestasi. Santri dari Kota Palopo memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah lainnya.
“Kita berasal dari sebuah kota yang mungkin jaraknya sekitar 350 kilometer dari pusat provinsi. Namun, dari tempat inilah lahir santri yang mampu duduk dan bersaing bersama siswa-siswa lainnya untuk membawa nama daerah menuju tingkat provinsi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pembina Upacara berpesan agar setiap prestasi yang diraih tidak membuat santri lupa terhadap tanggung jawab kepada keluarga dan lingkungan.
“Teruslah berprestasi dan jangan pernah membuat orang tua kecewa. Jadikan setiap pencapaian sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Di akhir amanat, Nona Radhiah menekankan bahwa prestasi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seorang santri. Adab dan akhlak harus tetap menjadi landasan utama.
“Setinggi apa pun prestasi yang telah kita capai, jangan pernah mengesampingkan adab. Karena prestasi akan menjadi lebih bermakna ketika dibangun di atas akhlak dan sikap yang baik,” pungkasnya.
Kegiatan upacara berlangsung sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat kedisiplinan, nasionalisme, serta motivasi berprestasi di kalangan santri PMDS. Pengukuhan Paskibra dan apresiasi terhadap prestasi Duta Wisata menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi santri sekaligus dorongan agar semakin banyak santri PMDS yang mampu mengukir prestasi di berbagai bidang.